Ada ‘seni’ dalam berumah tangga. Seni yang sebaiknya dipahami oleh
pasangan suami istri agar sakinah mawaddah wa rahmah tak sekadar
angan-angan. Seni yang jika diibaratkan sebagai fondasi atau pilar dalam
berumah tangga, maka ia haruslah kokoh dan kuat terhujam.
Berikut ini 10 fondasi dalam berumah tangga yang dirangkum dari berbagai sumber:
1) Keyakinan/spiritual. Semakin kokoh keyakinan (kepada janji &
jaminan Allah SWT), maka semakin kuat fondasi/sandaran keluarga.
2) Kasih sayang.Kasih sayang memompa kekuatan untuk sabar dengan
kekurangan pasangan, rela dengan apa yang terjadi, dan saling memberi
yang terbaik kepada pasangan.
3) Komitmen (pada tujuan bersama). Miliki komitmen untuk tetap
istiqamah mencapai tujuan keluarga (bahagia dunia, bahagia akhirat,
keturunan salih/salihah).
4) Komunikasi untuk menyamakan persepsi. Buka pintu komunikasi seluas-luasnya. Komunikasi menyatukan persepsi, terbuka hati.
5) Kebersamaan/kesamaan. Kebersamaan mendongkrak perasaan saling membutuhkan, saling melengkapi, saling tolong, saling membela.
6) Ketahanan/kesabaran. Hidup berumah tangga seperti perahu di
lautan luas, semakin tahan badai, semakin berpengalaman, semakin
tangguh.
7) Kegemaran. Kegemaran bersama membentuk kekokohan keluarga dari sisi yang lain, cari dan temukan kegemaran/kesukaan bersama.
8) Kegembiraan/rasa syukur. Permainan, canda, humor terlihat
sederhana namun memiliki kekuatan untuk membangun kebahagiaan rumah
tangga.
9) Keadilan. Berbagi peran secara fleksibel berkaitan tanggung jawab dalam keluarga.
10) Kontribusi sosial/khairunnas anfauhum linnas. Kebersamaan membantu orang lain akan memunculkan rasa syukur dalam keluarga.
https://dpu-daaruttauhiid.org/web/article/detail/Sepuluh-Fondasi-Rumah-Tangga





Tidak ada komentar