Diberdayakan oleh Blogger.

Teh Ninih

Ilmu

MQ Pagi

Artikel

» » Inilah Pilihan Berzakat ‘Preman Pensiun’

Mat Drajat, preman asal Bandung kini terkenal karena perannya sebagai Kang Komar dalam sinetron Preman Pensiun. Masyarakat menyukai totalitas aktingnya sebagai preman yang berpenampilan sangar tetapi lebay.

Di sela-sela kesibukannya shooting sinetron, Mat Drajat mengunjungi kantor Dompet Peduli Ummat (DPU) Daarut Tauhiid untuk berzakat. “Saya aja preman berzakat, masa kamu ngga?” kata Mat Drajat sambil tersenyum.

Komar menjelaskan ia sebenarnya dulu adalah preman sungguhan. Ayahnya juga seorang preman di daerah Depok. “Saya dulu pernah jadi preman sekaligus seniman. Tapi sekarang mah udah ngga jadi preman lagi, kan udah pensiun,” ungkap komar diiringi tawa lebay ciri khas dirinya.

Mat Drajat menyatakan dirinya lebih memilih berzakat ke DPU Daarut Tauhiid. Menurutnya, selain karena program-program penyaluran dana zakatnya tepat sasaran, ia juga merasa tenang dan berkah.

Menghindari Berbagi kepada Pengemis Gadungan
Banyaknya fakta terungkap mengenai berbagai modus pengemis ketika menjalankan aksi mengemisnya, membuat Mat Drajat merasa risih. “Sudah terbukti banyak yang ngemodus. Pura-pura miskin, pura-pura ngemis, padahal di kampungnya kaya raya, itu mah bukan pengemis tapi penipu. Hati-hati ah ketipu!” katanya.

Menurut Mat Drajat, meski mengemis bisa menjadikan seseorang kaya, namun mengemis bukanlah profesi atau pekerjaan yang baik. “Rasululllah ngajarin bahwa tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Jadi lebih baik kita bekerja keras, berusaha semaksimal mungkin, dan jangan jadi beban orang lain. Biasakan juga berinfak, ngga apa-apa nggabanyak juga, yang penting mah istiqamah,” tuturnya.

Pendapat Mat Drajat mengenai pengemis gadungan ini memang benar adanya. Seperti terungkap beberapa waktu lalu di berbagai media cetak maupun elektronik tentang tertangkapnya seorang kakek berkostum badut ‘Winni The Pooh’ di Sidoarjo. Ternyata dia adalah pengemis kaya yang memiliki rumah mewah, kendaraan, bahkan mempunyai tujuh isteri. Artinya, penampilan memang bisa menipu.

Macem-macemlah modusnya, apalagi pengemis-pengemis di kota-kota besar, cararanggihMangkalnya teh hampir di setiap lampu merah jalan raya, di pusat perbelanjaan, di tempat yang ramelah banyak orang-orang lewat,” kata Mat Drajat.

“Ada yang pura-pura kakinya korengan, pura-pura hamil, pura-pura buntung, pura-pura buta, ada yang ngedodorongorang yang ceritanya sakit, ada yang nyuruh anaknya ngemis, ada yang nyewa bayi orang, sampai tinggal dina gerobak buat menarik simpati masyarakat. Padahal mah nipu we eta mah, pendapatannya sehari, sebulan bisa lebih tinggi dari orang yang bener-bener bekerja keras,” lanjut Mat Drajat.

 

Agar Rezeki Selalu Berkah
Memiliki harta melimpah, bila didapatkan dengan cara yang salah dan digunakan untuk hal yang salah pula, tentu tidak akan berkah. “Rezeki melimpah tetapi tidak berkah, ya buat apa? Dikasih rezeki tetapi pelit, da mati mah ngga akan bawa duit,” tegasnya.

Berbagi kepada yang benar-benar membutuhkan, dan menyalurkannya ke lembaga zakat yang amanah adalah cara Mat Drajat mensyukuri rezeki dari-Nya. “Saya sadar, saya mah bukan orang baik. Tapi saya selalu berusaha bersyukur kepada Allah atas segala rezeki dan kesempatan yang sudah Alah berikan,” katanya penuh haru.

“Berbagi itu sebenernya membuka pintu rezeki yang lebih besar dari Allah. Kadang suka malu sama Allah, saya yang belum saleh aja dikasih rezeki, dikasih peluang. Jadi malulah kalau pelit ngeluarin sebagian rezeki untuk zakat, infak. Allah juga ngga pernah pelit sama kita,” katanya.

Salurkan ke Lembaga yang Tepat
Berbagi kepada sesama yang membutuhkan itu baik. Namun, alangkah lebih baik bila menyalurkannya kepada orang yang benar-benar membutuhkan, atau dititipkan ke lembaga yang tepat dan amanah seperti DPU Daarut Tauhiid.

“Menurut saya, kalau kita ngasih ke pengemis di jalanan, sama aja dengan menumbuhkan mental pengemis bagi orang-orang tersebut. Jadi, kalau mau melakukan amal seperti zakat dan sedekah, menurut saya mah mending ke lembaga zakat yang resmi seperti DPU Daarut Tauhiid. DPU Daarut Tauhiid kan di bawah pimpinan Aa Gym, insya Allah amanah,” kata Mat Drajat mantap.

“Kepada teman-teman artis, guru, pengusaha, petani, pekerja, dan semuanya. Yuk, salurkan zakat dan infaknya ke DPU Daarut Tauhiid. Saya aja berzakat, masa kamu ngga?” pungkasnya. (Cristi Aningsih Sarif)

https://dpu-daaruttauhiid.org/web/article/detail/Inilah-Pilihan-Berzakat-Preman-Pensiun

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tentang Kami Jogja

Seluruh artikel dalam web ini silahkan di share dengan tetap mencantumkan link sumber. Semoga manfaat.

Tidak ada komentar

Leave a Reply

Tausiyah Ustadz

Kajian

Bunda Syauqi

Tokoh

Berita