Tidak ada manusia
yang sempurna,selalu ada 2 sisi.
Kelebihan dan kekurangan .menyikapi kelebihan dan kekurangan dengan rumus 2 B dan 2 L.
2 B
- Berani mengakui dan menghargai akan kelebihan dan jasa orang lain kelebihan nya supaya kita bisa banyak belajar dan terhadap jasanya menjadi ladang amal supaya kita bisa berterima kasih
- Bijak menyikapi terhadap kekurangan dan kesalahan orang lain,terhadap kekurangan nya ladang amal untuk kita bisa membantu memperbaiki supaya menjadi sempurna dan terhadap kesalahan nya ladang amal untuk kita memaafkan dan tentunya tidak ikut - ikutan melakukan kesalahan yang sama.
Rumus 2 L
- Lihat kekurangan dan kesalahan diri ketika kita melakukan suatu kesalahan akui dan perbaiki karena di dunia ini tidak ada yang lebih membahayakan kecuali kesalahan dan kekurangan diri kita. yang lebih fatal orang berbuat salah dan tidak mau mengakui akan kesalahan nya bahkan menyalahkan orang lain,mencari kambing hitam ,sesungguhnya nya dia seorang pengecut,munafik dan hina. Aa gym mencontohkan misal di pesantren ada santri yang berbuat salah ,terkena sanksi ,pertanyaan nya..... ketika mengakui ,apakah sampai di pukul rame - rame ? apakah sampai di tembak mati? tentunya tidak sampai segitunya....adanya sanksi tentunya bagian dari pembelajaran mengakui dan memperbaiki kesalahan adalah sikap yang lebih elegan.tidak ada manusia yang tidak mempunyai kekurangan dan kesalahan Yang buruk adalah orang yang tidak mau jujur akan kekurangan dan kesalahan diri.
- Lupakan kebaikan kita lupakan jasa kita
Kita harus belajar pikun
,melupakan jasa dan kebaikan diri.
Ketika melakukan kebaikan :
Orang tahu atau tidak tahu ,apakah Allah tahu?
Ada orang atau tidak ada orang ,Allah ada?
Orang lihat atau tidak lihat ,Apakah Allah lihat?
Orang memuji atau mencaci,apakah Allah memuji?
Apakah Allah menghargai?
Apakah ada yang tidak di saksikan Allah?
Apakah ada balasan Allah yang tertukar?
Apakah ada balasan Allah yang mengecewakan?
Orang tahu atau tidak tahu ,apakah Allah tahu?
Ada orang atau tidak ada orang ,Allah ada?
Orang lihat atau tidak lihat ,Apakah Allah lihat?
Orang memuji atau mencaci,apakah Allah memuji?
Apakah Allah menghargai?
Apakah ada yang tidak di saksikan Allah?
Apakah ada balasan Allah yang tertukar?
Apakah ada balasan Allah yang mengecewakan?
Semuanya tidak ada,cukup bagi
Allah saja yang mengetahui akan kebaikan
dan jasa kita.Ada kisah
inspiratif dari murid nya imam ahmad bin hambal,yang bernama harun,beliau
seorang ahli hadist
Suatu malam yang cukup larut
beliau di dikagetkan dengan suara ketukan pintu,harun bertanya,"
siapa"? terdengar jawaban yang
sangat pelan " ahmad"
,kemudian harun bertanya lagi ahmad siapa?
" ahmad bin hambal"
jawab yang di luar dengan lagi dan lagi dengan suara yang pelan, begitu
terkejut nya harun Imam ahmad bin hambal adalah guru nya,ahmad bin hambal
dengan langkah yang terjungkit - jungkit masuk ke rumah dan ketika masuk rumah
pun beliau menggeser kursi dengan sangat
hati- hati biar seisi rumah tidak terganggu dengan kedatangan nya. Ahmad bin
hambal memulai pembicaraan,wahai harun ......sengaja aku datang selarut
ini,karena aku tahu kebiasaan mu selarut
ini engkau lagi meneliti hadist,tadi
waktu aku lewat di majlis mu,aku liat murid - murid mu terkena terik sinar
matahari, Sementara engkau teduh dari bayang - bayang nya pepohonan,di lain
waktu kondisikan posisimu sama seperti posisi murid - murid mu. subhanallah.....harun
bergumam dalam hati ,alangkah indah dan bijak cara nasihat ahmad bin hambal
beliau memilih nunggu malam larut,tidak
langsung menyampaikan nya pas ketika
bersama murid - murid ku,beliau menjaga kehormatan dan wibawaku di hadapan
murid - muridku, Dan beliau juga ketika bertamu ,dari mulai langkah kaki,suara
begitu pelan supaya kesalahan ku tidak di ketahui oleh keluargaku ,beliau
menjaga kehormatan dan wibawaku di hadapan keluargaku,karena aku adalah teladan
bagi keluargaku,benar yang di sampaikan imam syafii,nasihatilah aku di kala
sendiri,jangan di tempat keramaian karena cara demikian akan meninggalkan kepedihan dan hati yang
terkoyak.
Subhanallah .......
oleh : Bunda Syauqi
oleh : Bunda Syauqi





Tidak ada komentar