Kesungguhan yang harus tetap
terjaga, adalah kesungguhan memperbaiki
diri dari waktu ke waktu. sejatinya yang mengancam dan membahayakan diri
kita bukan orang lain, Melainkan
keburukan diri kita sendiri,keburukan akhlaq bersumber dari keburukan hati dan
iman kita.
Alloh berfirman
“Jika kamu berbuat baik (berarti)
kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka
(kejahatan) itu bagi dirimu sendiri “ ( al isro : 7 )
Rosululloh s.s.w bersabda :
"Barang siapa hendak melakukan
kebaikan dan dia tidak jadi melakukannya, Allah telah mencatat di sisinNya satu
kebaikan yang sempurna. Bila ia hendak melakukan kebaikan dan benar-benar melakukannya,
Allah mencatat di sisiNya sepuluh kebaikan sampai tujuh ratus kali lipat,
bahkan berlipat ganda banyaknya.
Jika ia hendak melakukan
kejelekan dan tidak jadi melakukannya, Allah mencatat di sisiNya sebagai satu
kebaikan, dan kalau ia hendak melakuakn kejelekan kemudian benar-benar
melakukannya, maka Allah hanya mencatat di sisiNya satu
kejelekan." (Hadits)
Sungguh....meletakkan kebaikan
dan keburukan dalam persepsi yang sangat adil.celah- celah untuk peluang
berbuat dosa hendak nya kita cermati dengan baik, tiap ketemu orang,hadir di
majelis ilmu,sehingga saat ceramah sekalipun,tidak luput dari peluang dosa,mana
kala ada nya perasaan ujub ,riya,salah niat atau perkataan yang tidak ada manfaat
nya.Alloh senantiasa menyukai orang- orang yang menyucikan diri nya
“Sesungguhnya Alloh mencintai
orang orang yang bertaubat dan orang - orang yang mensucikan diri” ( al baqoroh
: 222)
Kunci memperbaiki diri :
salah satu nya mempunyai kemampuan tahu akan apa yang harus di perbaiki,ibarat motor
rusak,hal pertama yang harus di ketahui,cari tahu letak kerusakan
nya,misal melakukan general cek up untuk mengetahui kondisi tubuh kita yang
tentunya harus keluar biaya,namun sayangnya ketika mampu melakukan general cek
up untuk lahiriyah,seharusnya juga melakukan general cek up untuk hati dan
akhlak kita,ini malah yang lebih penting, dan kita senantiasa mohonkan kepada
Alloh
“Tunjukilah kami jalan yang
lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka;
bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”( Al fatihah : 6- 7 )
Rahasia apa di balik perasaan
mudah tersinggung,mudah kecewa, mudah putus asa ? karena yang menjadi fokus nya kedudukan manusia,bukan kedudukan
Alloh,di puji atau di hina sejatinya tidak berpengaruh apa - apa,karna misal
semua makhluk memuji dan Alloh murka,pujian,penghargaan. pengaguman manusia
tidak berpengaruh dan sebaliknya jika semua makhluk merendahkan, menghinakan, tetapi
Alloh merahmati dan menyayangi, kebencian, penghinaan tidak akan punya efek apa
pun.
Segmen ke 2 PROF DR KH miftah faridz
Refleksi dari tauhiid adalah mengesakan Alloh ,memposisikan diri sebagai
hamba Alloh yang baik.sikap tauhiid melahirkan sikap tawaddu,rendah hati,tidak
mudah guncang ketika berhadapan dengan masalah.
Allah Ta’ala berfirman
“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha
Penyayang itu ialah orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati
dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang
baik.” (QS. Al Furqon: 63)
Karakter Ibadurrohman ,karakter
manusia yang unggul.
Dan kebiasaan baik setelah sholat
yang kita lakukan dg melakukan wirid. Wirid adalah sebagai latihan atau
riyadhoh,di hayati sehingga nantinya melahirkan sikap - sikap hidup yang
positif
Catatan dari interaksi dengan
penelepon
- Sholat rowatib adalah sholat yang menyertai sholat pardu,sholat sunnah muakkadah, dan yang termasuk di dalam nya :
- qobliyyah shubuh
- qobliyyah dhuhur
- ba' diyyah dhuhur
- ba' diyyah isya
- ba' diyyah magrib
- Di anjurkan memperbanyak ibadah di bulan rojab, termasuk saum, saum daud, senin kamis, saum ayyamul bidh 13,14,15,dan saum tgl 27 rojab.
- Ketika di mesjid nabawi atau di masjidil haram, sebaiknya melakukan berjamaah di 2 mesjid tersebut, walaupun adanya rukshoh melakukan sholat jama', mengingat nilai pahala, melihat ka' bah, sholat berjamaah bersama imam imam mesjid nabawi, masjidil kharam ada kesan dan kepuasaan spritual tersendiri.
oleh : Bunda Syauqi





Tidak ada komentar