- Senyum TUGAS, sebagai petugas yang berhubungan langsung dengan pelanggan, wajib kelihatan senyum
Pakai hati atau tidak, tetap harus senyum.. Karena memang tugasnya senyum,
Pakai hati atau tidak, tetap harus senyum.. Karena memang tugasnya senyum,
- Senyum PAHIT, hati getir tapi tetap berusaha tersenyum, untuk menelan rasa kepahitan dalam hidup,
- Senyum SINIS, senyuman dari hati yang penuh kebencian, kedengkian dan meremehkan,
- Senyum-senyum SENDIRI, bisa jadi sedang melamun yang lucu atau kurang ingatan/sakit jiwa,
- Senyum AGAR WIBAWA, senyum yang diatur, krn punya jabatan/kedudukan
sehingga harus kelihatan senyum yang membuat disegani dan dianggap lebih
berwibawa,
- Senyum TEPOS, tebar pesona senyum acting yg dibuat-buat agar orang lain terpikat, agar dianggap manis/cakep dan menawan,
- Senyum MIKIR, orang yang banyak pikiran sering senyum yang tidak jelas dan tidak nyambung,
- Senyum IBADAH, senyum yang wajar dan benar-benar tulus dari lubuk
hati untuk membahagiakn orang lain, dengan niat karen Allah semata,
tidak ada maksud-maksud lain yang tersembunyi
Percayalah hanya karena ketulusanlah sebuah senyuman mnjadi indah dan menembus hati.
Dari Abu Dzar ra, dia berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Senyummu di
hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu.”
(HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban).
Hadits-hadits keutamaan senyum
1. Dari Abu Dzar ra, dia berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Senyummu di
hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu.”
(HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban).
2. Dari Jarir bin Abdillah ra dia berkata,
“Sejak aku masuk Islam, Rasulullah Saw tidak pernah menolak aku untuk duduk bersama beliau. Dan tidaklah beliau melihatku kecuali beliau tersenyum kepadaku.” (HR. Bukhari dan Muslim).
“Sejak aku masuk Islam, Rasulullah Saw tidak pernah menolak aku untuk duduk bersama beliau. Dan tidaklah beliau melihatku kecuali beliau tersenyum kepadaku.” (HR. Bukhari dan Muslim).
3. Dari Abdullah
bin Al Harits bin Jaz`i ra dia berkata, “Aku tidak pernah melihat
seseorang yang paling banyak senyumannya selain Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam.” (HR. Tirmidzi)
4. Jabir bin Samurah ra
berkata, ia menceritakan tentang kebiasaan Rasulullah Saw, “Beliau
biasanya tidak berdiri dari tempat shalat di mana beliau shalat shubuh
padanya kecuali setelah terbit matahari. Apabila matahari telah terbit
barulah beliau berdiri. Sementara itu para sahabat bercakap-cakap
membicarakan kejadian di masa jahiliyah, lalu mereka tertawa, sedangkan
beliau hanya tersenyum.” (HR. Muslim).
5. Dari Abu Dzarr ra dia
berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Senyummu kepada saudaramu merupakan
sedekah, engkau memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari kemungkaran
juga sedekah, engkau menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat juga
sedekah, engkau menuntun orang yang berpenglihatan kabur juga sedekah,
menyingkirkan batu, duri, dan tulang dari jalan merupakan sedekah, dan
engkau menuangkan air dari embermu ke ember saudaramu juga sedekah.”
(HR. Tirmidzi)
6. Rasulullah Saw bersabda, “Janganlah sekali-kali
engkau menganggap remeh suatu perbuatan baik, meskipun (perbuatan baik
itu) dengan engkau menjumpai saudaramu (sesama muslim) dengan wajah yang
ceria." (HR. Muslim).
-Aa Gym-
https://www.facebook.com/infokajiantauhiid/
https://www.facebook.com/infokajiantauhiid/





Tidak ada komentar