“Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah aku anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya aku penuhi janji-Ku kepadamu; dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk).” (Q.S Al-Baqarah [2]: 40)
Ayat ini telah menunjukkan tentang salah satu karakter positif kaum Bani Israil di masa jahiliyah yang tetap diabadikan dalam al-Qur’an yaitu tentang menepati janji.
Janji adalah amanah dari Allah, perhatianlah kepada orang lain, maka Allah akan memperhatikanmu. Peduliah kepada orang lain, maka Allah akan peduli padamu.
Janji adalah amanah, setiap individu memiliki peran yang berbeda dalam mengemban amanahnya, semuanya adalah kumpulan komponen yang harusnya saling melengkapi. Jadi, jangan pernah merasa paling banyak berperan, karena tanpa yang lain, tidak akan berhasil. Jika semua dikerjakan dengan amanah, maka program akan berhasil. Jika pemimpin sakit, maka negaranya akan sakit, sehingga perlu di tazkiah dulu. Sistem apapun akan menjadi amburadul jika tidak amanah.
Aqad (perjanjian): janji prasetia hamba kepada Allah dan yang dibuat manusia dalam pergaulan sesama.
“Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfaat) sampai ia dewasa dan penuhilah janji; Sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya.” (Q.S Al-israa [17]: 34)
Janji merupakan tanggung jawab, Janji Allah itu pasti, maka penuhilah janjmu, maka Allah juga akan memenuhi janji Nya.
wallahua'lam
https://www.facebook.com/infokajiantauhiid





Tidak ada komentar